6 Mata Uang Kripto Paling Populer di Indonesia
6 Mata Uang Kripto Paling Populer di Indonesia

6 Mata Uang Kripto Paling Populer di Indonesia

132 views

Coretan.kosongin.com – Hallo sahabat coretan, bertemu kembali bersama admin disini tentunya dengan informasi yang sangat informatif dan bermanfaat bagi kita semua yaitu 6 Mata Uang Kripto Paling Populer di Indonesia yang akan merubah hidup kalian setelah membaca ulasan ini.

Cryptocurrency adalah sebuah sistem perdagangan online yang berbasis kepada mata uang digital dengan rentang harga setiap coin mata uang nya berbeda-beda, untuk itu penting bagi kita semua untuk mengetahui mata uang atau coin kripto mana saja yang mempunyai nilai tukar yang tinggi.

Dan juga stabilitas harga yang menjanjikan untuk di perjual belikan di pasaran agar kita semua sebagai pelaku bisnis kripto tersebut tidak mengalami kerugian yang signifikan dan terus menerus, dan juga kita semua wajib untuk menganalisa setiap mata uang kripto tersebut agar tidak salah ketika ingin menjualnya.

Jika kalian adalah seorang pelaku bisnis kripto seperti miner atau pun trader, maka kalian sudah berada di tempat yang tepat karena dengan berkunjung ke halaman ini maka wawasan dan pengetahuan kalian akan semakin luas dan kalian pun akan semakin pintar dalam menganalisa sebuah mata uang kripto, berikut ulasan selengkapnya.

Apa Sajakah Mata Uang Kripto Yang Paling Sering Digunakan?

Apa Sajakah Mata Uang Kripto Yang Paling Sering Digunakan?

Tahukah kalian bahwa mata uang kripto kini sudah mencapai ribuan jenis, dan beberapa diantaranya adalah mata uang yang sering sekali kita dengar atau sering di pergunakan oleh para miner atau pun trader, apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

1. Bitcoin

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang kripto terdesentralisasi yang awalnya dijelaskan dalam whitepaper (buku putih) oleh seseorang, atau sekelompok orang, yang menggunakan alias Satoshi Nakamoto. Bitcoin diluncurkan tak lama setelahnya, pada Januari 2009.

Bitcoin adalah mata uang online rekan ke rekan, yang artinya bahwa semua transaksi terjadi secara langsung antara pastisipan jaringan yang setara dan independen, tanpa perlu perantara untuk memberikan izin atau memfasilitasi mereka. Bitcoin diciptakan, menurut Nakamoto sendiri, guna memungkinkan “pengiriman pembayaran online secara langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa melalui lembaga keuangan”.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi Finansial Yang Wajib Diketahui

Beberapa konsep untuk jenis serupa dari mata uang elektronik terdesentralisasi mendahului BTC, tetapi Bitcoin memiliki keistimewaan sebagai mata uang kripto pertama yang mulai digunakan secara aktual.

Penemu asli Bitcoin dikenal dengan nama samaran, Satoshi Nakamoto. Pada tahun 2020, identitas sebenarnya dari orang atau organisasi yang berada di balik nama alias tersebut masih misteri.

Pada tanggal 31 Oktober 2008, Nakamoto menerbitkan whitepaper Bitcoin, yang menjelaskan secara detail bagaimana mata uang online rekan ke rekan dapat diimplementasikan. Mereka mengusulkan untuk menggunakan buku besar transaksi terdesentralisasi yang dikemas dalam batch (disebut “blok”) dan diamankan oleh algoritme kriptografi seluruh sistem tersebut nantinya disebut “blockchain.”

Hanya dua bulan berikutnya, pada 3 Januari 2009, Nakamoto menambang blok pertama di jaringan Bitcoin, yang dikenal sebagai genesis block, sehingga meluncurkan mata uang kripto pertama di dunia.

Namun, meski Nakamoto adalah penemu asli Bitcoin, sekaligus penulis implementasi pertamanya, selama bertahun-tahun sekelompok besar orang telah berkontribusi demi meningkatkan perangkat lunak mata uang kripto dengan menambal kerentanan dan menambahkan fitur baru.

Repositori kode sumber Bitcoin di GitHub mencantumkan lebih dari 750 kontributor, beberapa nama penting di antaranya adalah Wladimir J. van der Laan, Marco Falke, Pieter Wuille, Gavin Andresen, Jonas Schnelli, dan lainnya.

2. Ethereum

Ethereum

Ethereum adalah sistem blockchain sumber terbuka terdesentralisasi yang memiliki mata uang kriptonya sendiri, Ether. ETH berfungsi sebagai platform untuk banyak mata uang kripto lainnya, serta untuk pelaksanaan kontrak pintar terdesentralisasi.

Ethereum pertama kali dijelaskan dalam whitepaper di tahun 2013 oleh Vitalik Buterin. Buterin, bersama penemu lainnya, mendapatkan pendanaan untuk proyek tersebut dalam crowdsale publik online pada musim panas 2014 dan secara resmi meluncurkan blockchain pada 30 Juli 2015.

Tujuan Ethereum sendiri adalah menjadi platform global untuk aplikasi terdesentralisasi, memungkinkan pengguna dari seluruh dunia untuk menulis dan menjalankan perangkat lunak yang tahan terhadap sensor, waktu henti, dan penipuan.

Ethereum memiliki total delapan penemu jumlah yang luar biasa besar untuk sebuah proyek kripto. Mereka pertama kali bertemu pada 7 Juni 2014 di Zug, Swiss.

Baca Juga: Download Spotify Mod Apk 2021 Versi Android Terbaru

Vitalik Buterin, Rusia-Kanada, barangkali yang paling tersohor dari kelompok itu. Dia menulis whitebook asli yang pertama kali menjelaskan Ethereum pada 2013 dan masih berupaya untuk meningkatkan platform hingga kini. Sebelum ETH, Buterin turut mendirikan dan menulis untuk situs web berita Bitcoin Magazine.

Programmer Inggris Gavin Wood bisa dibilang salah satu penemu ETH terpenting kedua, karena dia mengkodekan implementasi teknis pertama Ethereum dalam bahasa pemrograman C++, mengusulkan bahasa pemrograman utama Ethereum yaitu Solidity serta menjadi kepala bagian teknologi pertama dari Ethereum Foundation. Sebelum Ethereum, Wood adalah ilmuwan peneliti di Microsoft. Setelah itu, dia beralih mendirikan Web3 Foundation.

Penemu Ethereum lainnya antara lain:

  • Anthony Di Iorio, yang bertanggung jawab atas proyek ini selama tahap awal pengembangannya.
  • Charles Hoskinson, yang memainkan peran utama dalam mendirikan Ethereum Foundation yang berbasis di Swiss beserta kerangka hukumnya.
  • Mihai Alisie, yang memberikan bantuan dalam mendirikan Ethereum Foundation.
  • Joseph Lubin, seorang pengusaha Kanada, yang, seperti Di Iorio, telah membantu mendanai Ethereum pada masa-masa awalnya, dan kemudian mendirikan inkubator untuk perusahaan rintisan berbasis ETH yang disebut ConsenSys.
  • Amir Chetrit, yang membantu mendirikan Ethereum tetapi menyingkir lebih awal saat pengembangan.

3. Binance Coin

Binance Coin

BNB diluncurkan melalui penawaran perdana koin pada tahun 2017, 11 hari sebelum bursa mata uang kripto Binance online. BNB mulanya diterbitkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan Ethereum, dengan total suplai dibatasi sejumlah 200 juta koin, dan 100 juta BNB ditawarkan di ICO. Namun, koin BNB ERC-20 ditukar dengan BEP2 BNB dengan rasio 1: 1 pada April 2019 dengan peluncuran mainnet Binance Chain, dan sekarang tidak lagi di-hosting di Ethereum.

BNB dapat digunakan sebagai metode pembayaran, token utilitas untuk membayar biaya di bursa Binance dan untuk berpartisipasi dalam penjualan token di landasan peluncuran (launchpad) Binance. BNB juga mendukung Binance DEX (pertukaran terdesentralisasi).

Kalian tidak dapat menambang BNB sebagaimana dengan mata uang kripto proof-of-work, karena Binance Blockchain menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (BFT). Alih-alih, ada validator yang memperoleh penghasilan dari mengamankan jaringan dengan memvalidasi blok.

Baca Juga: 5 Kelebihan Bitcoin Yang Belum Anda Ketahui

Sebelum BNB bermigrasi ke Binance Chain, Binance melakukan pembakaran koin di jaringan Ethereum menggunakan fungsi pembakaran smart contract (kontrak pintar). Jumlah koin yang dibakar Binance didasarkan pada jumlah perdagangan bursa selama tiga bulan. Sejak peluncuran Binance Chain, pembakaran koin BNB tidak lagi dilakukan di jaringan Ethereum dan sekarang menggunakan perintah khusus pada Binance Chain, sebagai lawan dari kontrak pintar.

4. Dogecoin

Dogecoin

Dogecoin (DOGE) didasarkan pada meme internet “doge” yang populer dan menampilkan Shiba Inu pada logonya. Mata uang digital sumber terbuka ini dibuat oleh Billy Markus dari Portland, Oregon dan Jackson Palmer dari Sydney, Australia, dan merupakan hasil fork dari Litecoin pada Desember 2013.

Pencipta Dogecoin membayangkannya sebagai cryptocurrency yang menyenangkan dan menghibur yang akan memiliki daya tarik lebih besar di luar audiens inti Bitcoin, karena didasarkan pada meme anjing. CEO Tesla Elon Musk memposting beberapa tweet di media sosial bahwa Dogecoin adalah koin favoritnya.

Dogecoin berbeda dengan protokol proof-of-work Bitcoin dalam beberapa hal, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi Scrypt. Altcoin ini juga memiliki waktu blok 1 menit, dan total suplai tidak terbatas, yang berarti tidak ada batasan jumlah Dogecoin yang dapat ditambang.

Kalian dapat menambang Dogecoin secara solo, atau dengan bergabung ke kumpulan penambangan. Seorang penambang Doge dapat menambang mata uang digital ini di Windows, Mac atau Linux, dan dengan GPU. Per 2014, kalian juga dapat menambang Litecoin dalam proses yang sama dengan menambang Dogecoin, karena proses tersebut digabungkan.

Dogecoin telah digunakan terutama sebagai sistem pemberian tip di Reddit dan Twitter untuk menghargai penciptaan atau pembagian konten berkualitas. Kalian bisa mendapatkan tip Dogecoin dengan berpartisipasi dalam komunitas yang menggunakan mata uang digital ini, atau kalian bisa mendapatkan Dogecoin kalian dari faucet Dogecoin. Faucet Dogecoin adalah website yang akan memberi kalian sejumlah kecil Dogecoin secara gratis sebagai pengenalan kepada mata uangnya, jadi kalian dapat mulai berinteraksi di komunitas Dogecoin.

5. XRP

Pertama-tama, penting untuk memahami perbedaan antara XRP, Ripple, dan RippleNet. XRP adalah mata uang yang berjalan pada platform pembayaran digital yang disebut RippleNet, yang berada di atas basis data buku besar terdistribusi yang disebut XRP Ledger. Meskipun RippleNet dijalankan oleh perusahaan bernama Ripple, XRP Ledger bersifat sumber terbuka dan tidak didasarkan pada blockchain, melainkan database buku besar terdistribusi yang disebutkan sebelumnya.

Baca Juga: Theta (THETA) Mata Uang Kripto Yang Wajib Kalian Coba Gunakan Untuk Trading

Platform pembayaran RippleNet adalah sistem penyelesaian kotor waktu nyata (real-time gross settlement/RTGS) yang bertujuan untuk memungkinkan transaksi moneter instan secara global. Meskipun XRP adalah mata uang kripto asli dari XRP Ledger, Anda sebenarnya dapat menggunakan mata uang apa pun untuk bertransaksi di platform.

Sementara ide di balik platform pembayaran Ripple pertama kali disuarakan pada tahun 2004 oleh Ryan Fugger, baru setelah Jed McCaleb dan Chris Larson mengambil alih proyek tersebut pada tahun 2012 Ripple mulai dibangun (pada saat itu, disebut juga OpenCoin).

XRP dibuat oleh Ripple untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih terukur untuk aset digital lain dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT.

Buku besar RippleNet dikelola oleh Komunitas XRP global, dengan perusahaan Ripple sebagai anggota aktif. XRP Ledger memproses transaksi kira-kira setiap 3-5 detik, atau setiap kali node validator independen mencapai konsensus pada urutan dan validitas transaksi XRP sebagai lawan penambangan proof-of-work seperti Bitcoin (BTC). Siapa pun bisa menjadi validator Ripple, dan daftarnya saat ini terdiri dari Ripple bersama dengan universitas, lembaga keuangan, dan banyak lainnya.

6. Litecoin

Litecoin (LTC) adalah mata uang kripto yang dirancang untuk menyediakan pembayaran yang cepat, aman, dan murah dengan memanfaatkan sifat unik dari teknologi blockchain.

Cryptocurrency dibuat berdasarkan protokol Bitcoin (BTC), tetapi berbeda dalam hal algoritme hash yang digunakan, hard cap, waktu transaksi blok, dan beberapa faktor lainnya. Litecoin memiliki waktu blok hanya 2,5 menit dan biaya transaksi yang sangat rendah, menjadikannya cocok untuk transaksi mikro dan pembayaran di tempat penjualan.

Litecoin dirilis melalui klien sumber terbuka di GitHub pada 7 Oktober 2011, dan Jaringan Litecoin aktif lima hari kemudian pada 13 Oktober 2011. Sejak itu, mata uang kripto meledak baik penggunaan dan penerimaannya di antara pedagang serta diperhitungkan di antara sepuluh mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar selama sebagian besar eksistensinya.

Mata uang kripto ini diciptakan oleh Charlie Lee, mantan karyawan Google, yang menginginkan Litecoin menjadi “versi ringan dari Bitcoin”, karena Litecoin memiliki beragam properti yang sama dengan Bitcoin meskipun bobotnya lebih ringan.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, Litecoin ditemukan oleh Charlie Lee, pengguna mata uang kripto awal dan nama yang dihormati di industri mata uang kripto.

Baca Juga: Langkah Yang Harus Di Perhatikan Dalam Memulai Bisnis

Charlie Lee, juga dikenal sebagai “Chocobo”, adalah penambang Bitcoin awal dan ilmuwan komputer, yang merupakan mantan insinyur perangkat lunak untuk Google. Selain itu, Charlie Lee memegang peran sebagai direktur teknik di Coinbase antara 2015 dan 2017 sebelum pindah ke usaha lain.

Kini, Charlie Lee adalah penganjur mata uang kripto yang vokal dan merupakan direktur pelaksana Litecoin Foundation sebuah organisasi nirlaba yang bekerja bersama tim Pengembangan Inti Litecoin untuk membantu memajukan Litecoin.

Selain Lee, Litecoin Foundation juga memasukkan tiga orang lain di dewan direksi: Xinxi Wang, Alan Austin, dan Zing Yang semuanya dicapai dengan usaha mereka sendiri.

Itulah 6 mata uang kripto yang paling populer dan sering digunakan di Indonesia, setelah membaca ulasan ini pastinya kalian akan mulai berpikir kira-kira mata uang yang manakah yang akan menjadi koin utama kalian dalam berbisnis kripto ini.

Penutup

Demikianlah informasi yang bisa admin sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga informasi ini dapat bermanfaat dan sampai bertemu kembali dalam pembahasan menarik lainnya tentunya masih di halaman yang sama di Coretan.kosongin.com.
Sekian dan terimakasih sudah berkunjung.

Gallery for 6 Mata Uang Kripto Paling Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.